Renungan Harian Keluarga

Ketulusan Menopang Sesama

Cerita ini mengisahkan titik balik kehidupan Yoyakhin, raja Yehuda, yang dipenjarakan di Babel selama 37 tahun. Perubahan luar biasa terjadi ketika Ewil-Merodakh menjadi raja Babel. Tanpa menuntut jasa atau balasan masa lalu, raja baru ini melepaskan Yoyakhin, berbicara dengan baik kepadanya, dan mengangkat derajatnya lebih tinggi dari raja-raja lain yang ada di Babel. Allah ternyata sering kali memakai orang lain membawa pemulihan dan mengangkat martabat hidup kita dari keterpurukan. Kita dipanggil meneladani ketulusan ini dalam kehidupan sehari-hari. Mengangkat derajat hidup sesama bukan tentang mencari panggung, popularitas, atau mengharapkan keuntungan timbal balik. Ketika kita menolong anggota keluarga yang kesulitan, mendukung pendidikan anak-anak jemaat, atau merangkul mereka yang tersisih, lakukanlah itu dengan motivasi yang murni. Ketulusan sejati terlihat saat kita rela mengulurkan tangan dan membagikan berkat kepada orang-orang yang bahkan tidak memiliki kemampuan untuk membalas kebaikan kita. Angkatlah beban sesama kita, hiduplah saling menopang di dalam jemaat dan menjadi berkat bagi sesama.



Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu menoang sesama, Amin.